Minggu, 29 Desember 2013

Melody of LOVE

Suara alunan piano itu masih mengalir lembut dari ruangan auditorium. Alunan nada beethoven yang disambut indah alunan biola membuat ruangan itu menjadi magnet bagi orang – orang yang ingin melepas lelah mereka. Suara tepuk tangan riuh yang ditujukan untuk dua gadis yang membungkuk hormat dan tersenyum manis kepada mereka kecuali 1 orang.
“ Aku bosan mendengarkan alunan itu, sungguh “ ucap seorang gadis tinggi, berambut ikal mendekati mereka. “ iya kita juga gak butuh kok tepuk tangan dari kamu “ ejek gadis putih berkacamata seraya mencubit lengan gadis itu gemas. “ lagi pula kita main memang bukan untuk elo “ lanjut gadis manis berkepang dua sambil menutup pianonya. Sabrina hanya memperhatikan kedua sahabatnya ini.Putri dan Ayu. Mereka sempurna. Ituah dua kata yang bisa ia keluarkan saat itu.
so girls can we have lunch? My worms began to eat me” protes Sabrina sambil mengelus perutnya. “not for now. we have to do our scientific work before we killed Mr. Walker “ jawab Putri sambil mengambil tasnya. “ Girls ! bisa gak sih jangan pake bahasa inggris. Pusing gua dengernya !” dumel Ayu sambil berjalan keluar auditorium. “name can not describe someone's personality” gumam Sabrina dan Putri berbarengan mengikuti Ayu.
Namun langkah kaki mereka bertiga terhenti. Putri memegang pundak Ayu. “ Yu kenapa berhenti ? “ tanya Putri lembut. “ elo bisa liat sendiri put “ minta Sabrina menunjuk sesuatu di sudut ruangan. “apeun. jeongmal apeun ” gumam Ayu sambil menitikkan air mata. Pandangan tidak mampu beralih melihat Rehan bercumbu dengan gadis lain. Walaupun samar bukan berarti Ayu tidak mengenali laki – laki yang telah bersamanya selama 2  tahun ini.
naega babo balghyeojyeossseubnida. I ... naneun eoliseoggedo dangsin mal-eul deudji anh-assda”gumamnya dalam bahasa korea yang baru – baru ini dia gemari. Putri dan Zafira hanya terdiam bingung dan merasa kasihan dengan sahabatnya ini. Seketika Ayu menghapus air matanya dan berlari mendekati Rehan.
“ Ayu !” ucap Rehan terkejut
“ Hai… enak ciumannya ? maaf ya gue gak pernah ngasih gituan sama elo. Gua sadar kok mungkin ini salah satu alasan elo nantinya mutusin gue. “
“yu.. gak.. Ini  gak seperti yang kamu pikirkan “ Rehan berusaha menggapai tangan Ayu
“ udahlah elo gak usah khawatir .. sebelum elo katakan gue minta kita jadi temen aja ya. naneun dangsin-eul salanghabnida “ ucap ayu sambil menghapus air matanya dan berlalu meninggalkan Rehan dalam kebingungan. Sabrina dan Putri menyusul Ayu yang sudah berlari ntah kemana.


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar